Oleh
: Tika Dzurriyatina / SI A
Dahulu
kala di sebuah desa terpencil di tengah hutan tinggallah gadis bernama Tungga
Dewi. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil bersama ibunya yang bernama Dewi Sinta.
Ia adalah gadis yang baik dan ramah terhadap semua orang. Meskipun ia terlahir
dengan wajah buruk rupa, tapi semua orang banyak yang menyukainya. Karena
keramahannya. Setiap hari Wulan membantu ibunya berjualan kue keliling kampung.
Mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak seperti
dahulu waktu mereka masih hidup di kerajaan Kertagama. Karena kedengkian Roro
Kunti yang sekarang menjadi istri kedua raja Kertagama,Dewi Sinta di buang di
tengah hutan dalam keadaan mengandung Tungga Dewi. “Raja,bolehkah adinda
mengajak permaisuri Dewi Sinta jalan di tengah hutan?” Kata Roro Kunti.
“Untuk apa kau
mengajaknya di tengah hutan?” Kata Raja.
“Adinda ingin
mengajak permaisuri agar dia senang
baginda.”Kata Roro Kunti.
”Baiklah saya
akan siapkan pengawal untuk menjaga engkau dan permaisuri Dewi Sinta”, Kata Raja.
”Tidak usah
raja, Adinda bisa menjaga permaisuri dengan baik” Kata Roro Kunti.
Setelah itu,
Roro Kunti pergi ke tengah hutan dengan mengajak Dewi Sinta. Di tengah hutan
roro kunti memberikan serangkaian bunga mawar yang sebelumnya bunga mawar itu
sudah dikasih racun yang membuat wajah permaisuri dan calon bayinya akan
menjadi buruk rupa.
”Permaisuri,
ini aku berikan serangkaian bunga mawar untukmu”Kata Roro Kunti.
”Oh..indah
sekali bunga mawarnya, terimakasih Adinda”Kata Dewi sinta.
”Iya,
sama-sama permaisuri”Sahut Roro Kunti. Tidak lama kemudian Dewi Sinta terjatuh
dan wajahnya menjadi buruk rupa dan Roro Kuntipun bahagia dan senang karena rencana
jahatnya kepada dewi sinta berhasil menjadikan dewi sinta dan calon bayinya menjadi
buruk rupa. Sesampai di istana Roro Kunti berpura-pura menangis dan histeris
karena dia bilang kepada Raja Kertagama kalau Dewi Sinta hilang. Rajapun marah
dan panik setelah mendengar kabar itu. Raja memutus para pengawal untuk mencari
dewi sinta di seluruh hutan. Sesampai di hutan pengawal bertemu dengan nenek
membawa bayi. Tanpa pengawal mengetahui nenek itu adalah permaisuri dewi sinta
yang berubah menjadi buruk rupa.
“Maaf nek,anda
melihat permaisuri dewi sinta lari menuju daerah sini?” Kata pengawal. “saya
tidak melihat siapapun lari kesini” Kata Dewi Sinta.
“Baiklah nek
terima kasih” Kata pengawal. Setelah itu dewi sinta bersama bayinya pergi ke
gubuk tua yang terdapat di tengah hutan.mereka berdua hidup dengan keadaan
serba kekurangan. Setelah bayinya tumbuh besar ,Dewi Sinta memberi nama Tungga
Dewi. Tungga dewi dan ibunya menjadi olok-olokan warga karena wajah mereka yang
buruk rupa. Sehingga mereka dijuluki sebagai monster gubuk. Tetepi, Dewi Sinta
dan Tungga Dewi menanggapi semua itu dengan sabar. Karena mereka berdua
memiliki hati yang baik hati seperti bidadari. Kejelekkan wajah mereka tidak
sebanding dengan hati mereka.
Pada
suatu hari Dewi Tungga pergi mencari kayu bakar. Dia melihat sayembara yang
dituliskan di sebuah kertas yang isinya bahwa Raja Kertagama mencari pengganti
dia dan harus mencoba cermin kebaikkan. Tungga Dewi pun tertarik untuk mengikuti
sayembara itu. Tetapi , niat Tungga Dewi itu dihina oleh warga sekitar karena
Tungga Dewi tidak layak untuk mrngikuti sayembara itu karena wajah dia yang
sangat jelek. Tungga Dewi sempat berputus asa untuk mengikuti sayembara itu
karena dia mendengarkan omongan warga. Tetapi
Dewi Sinta ibundanya terus mendukung supaya Tungga Dewi tetap mengikuti
sayembara itu. Karena dewi sinta berpikir Tungga Dewi mengikuti sayembara itu
maka jati diri Tungga Dewi dan Dewi Sinta bias diketahui oleh Raja Kertagama.
Pada
suatu hari sayembarapun dimulai dan orang-orang berdatangan di sekitar kerajaan
menyaksikan sayembara tersembut dan banyak dari kalangan rakyat biasa yang
mengikuti sayembara tersebut.Kemudian satu persatu dari mereka mencoba
sayembara tersebut dan masih belum ada yang berhasil lolos dari sayembara itu.
Dan pada akhirnya saat tungga dewi
mencoba sayembara itu cermin kebaikan menemukan sesosok yang pantas
menjadi raja
”kamulah, yang
ku pilih dan pantas menggantikan sang raja karena kamu memiliki hati yang
sangat mulia dan sebenanya di balik wajahmu yang buruk rupa itu kamu memiliki
paras wajah yang sangat cantik”Kata cermin kebaikan. Dan pada akhrirnya
cerminpun merubah dewi tungga menjadi sesosok gadis yang sangat cantik dan
melenyapkan orang jahat yang ada di sekitar kerajaan dan orang-orang jahat yang
lenyap itu berubaj menjadi sebuah danau. Dan danau itu deberilah nama danau
tungga.