Senin, 30 September 2013

Danau Tungga

Oleh : Tika Dzurriyatina / SI A


Dahulu kala di sebuah desa terpencil di tengah hutan tinggallah gadis bernama Tungga Dewi. Ia tinggal di sebuah gubuk kecil bersama ibunya yang bernama Dewi Sinta. Ia adalah gadis yang baik dan ramah terhadap semua orang. Meskipun ia terlahir dengan wajah buruk rupa, tapi semua orang banyak yang menyukainya. Karena keramahannya. Setiap hari Wulan membantu ibunya berjualan kue keliling kampung. Mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak seperti dahulu waktu mereka masih hidup di kerajaan Kertagama. Karena kedengkian Roro Kunti yang sekarang menjadi istri kedua raja Kertagama,Dewi Sinta di buang di tengah hutan dalam keadaan mengandung Tungga Dewi. “Raja,bolehkah adinda mengajak permaisuri Dewi Sinta jalan di tengah hutan?”  Kata Roro Kunti.
“Untuk apa kau mengajaknya di tengah hutan?” Kata Raja.
“Adinda ingin mengajak  permaisuri agar dia senang baginda.”Kata Roro Kunti.
”Baiklah saya akan siapkan pengawal untuk menjaga engkau dan permaisuri Dewi Sinta”, Kata Raja.
”Tidak usah raja, Adinda bisa menjaga permaisuri dengan baik” Kata Roro Kunti.
Setelah itu, Roro Kunti pergi ke tengah hutan dengan mengajak Dewi Sinta. Di tengah hutan roro kunti memberikan serangkaian bunga mawar yang sebelumnya bunga mawar itu sudah dikasih racun yang membuat wajah permaisuri dan calon bayinya akan menjadi buruk rupa.
”Permaisuri, ini aku berikan serangkaian bunga mawar untukmu”Kata Roro Kunti.
”Oh..indah sekali bunga mawarnya, terimakasih Adinda”Kata Dewi sinta.
”Iya, sama-sama permaisuri”Sahut Roro Kunti. Tidak lama kemudian Dewi Sinta terjatuh dan wajahnya menjadi buruk rupa dan Roro Kuntipun bahagia dan senang karena rencana jahatnya kepada dewi sinta berhasil menjadikan dewi sinta dan calon bayinya menjadi buruk rupa. Sesampai di istana Roro Kunti berpura-pura menangis dan histeris karena dia bilang kepada Raja Kertagama kalau Dewi Sinta hilang. Rajapun marah dan panik setelah mendengar kabar itu. Raja memutus para pengawal untuk mencari dewi sinta di seluruh hutan. Sesampai di hutan pengawal bertemu dengan nenek membawa bayi. Tanpa pengawal mengetahui nenek itu adalah permaisuri dewi sinta yang berubah menjadi buruk rupa.
“Maaf nek,anda melihat permaisuri dewi sinta lari menuju daerah sini?” Kata pengawal. “saya tidak melihat siapapun lari kesini” Kata Dewi Sinta.
“Baiklah nek terima kasih” Kata pengawal. Setelah itu dewi sinta bersama bayinya pergi ke gubuk tua yang terdapat di tengah hutan.mereka berdua hidup dengan keadaan serba kekurangan. Setelah bayinya tumbuh besar ,Dewi Sinta memberi nama Tungga Dewi. Tungga dewi dan ibunya menjadi olok-olokan warga karena wajah mereka yang buruk rupa. Sehingga mereka dijuluki sebagai monster gubuk. Tetepi, Dewi Sinta dan Tungga Dewi menanggapi semua itu dengan sabar. Karena mereka berdua memiliki hati yang baik hati seperti bidadari. Kejelekkan wajah mereka tidak sebanding dengan hati mereka.
Pada suatu hari Dewi Tungga pergi mencari kayu bakar. Dia melihat sayembara yang dituliskan di sebuah kertas yang isinya bahwa Raja Kertagama mencari pengganti dia dan harus mencoba cermin kebaikkan. Tungga Dewi pun tertarik untuk mengikuti sayembara itu. Tetapi , niat Tungga Dewi itu dihina oleh warga sekitar karena Tungga Dewi tidak layak untuk mrngikuti sayembara itu karena wajah dia yang sangat jelek. Tungga Dewi sempat berputus asa untuk mengikuti sayembara itu karena dia mendengarkan omongan warga. Tetapi  Dewi Sinta ibundanya terus mendukung supaya Tungga Dewi tetap mengikuti sayembara itu. Karena dewi sinta berpikir Tungga Dewi mengikuti sayembara itu maka jati diri Tungga Dewi dan Dewi Sinta bias diketahui  oleh Raja Kertagama.
Pada suatu hari sayembarapun dimulai dan orang-orang berdatangan di sekitar kerajaan menyaksikan sayembara tersembut dan banyak dari kalangan rakyat biasa yang mengikuti sayembara tersebut.Kemudian satu persatu dari mereka mencoba sayembara tersebut dan masih belum ada yang berhasil lolos dari sayembara itu. Dan pada akhirnya saat tungga dewi  mencoba sayembara itu cermin kebaikan menemukan sesosok yang pantas menjadi raja

”kamulah, yang ku pilih dan pantas menggantikan sang raja karena kamu memiliki hati yang sangat mulia dan sebenanya di balik wajahmu yang buruk rupa itu kamu memiliki paras wajah yang sangat cantik”Kata cermin kebaikan. Dan pada akhrirnya cerminpun merubah dewi tungga menjadi sesosok gadis yang sangat cantik dan melenyapkan orang jahat yang ada di sekitar kerajaan dan orang-orang jahat yang lenyap itu berubaj menjadi sebuah danau. Dan danau itu deberilah nama danau tungga.